“Secara Simbolik Anas Mulai Disingkirkan dari Demokrat”

JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, tidak nampak dalam acara Silahturahmi Pendiri dan Deklator Partai Demokrat yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jakarta pada Rabu, 13 Juni malam.

Selain itu tidak ada foto Anas dalam acara tersebut, hanya ada foto poster Ketua Umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat Ventje Rumangkang dan Pembina Utama FKPD Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal acara tersebut diselenggarakan untuk perbaikan internal Partai Demokrat yang mengundang seluruh jajaran DPP Partai Demokrat.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah, mengatakan tidakadanya foto Anas dalam acara tersebut merupakan simbol atau tanda bahwa Anas mulai dipinggirkan oleh kader Partai Demokrat.

“Secara simbolik politik Anas mulai akan dipinggirkan. Pertama dia tidak diundang ke Cikeas, Kedua dia juga tidak hadir di acara DPP ini, Ketiga elit Demokrat mengelak bicara soal Anas. Ini sinyal-sinyal bahwa dia sebagai ketua umum tidak dianggap lagi,” ujar Ibermsjah kepada Okezone, Kamis (14/6/2012).

Dia menambahkan bahwa elit demokrat mulai tak respek kepada Anas lantaran mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut diduga terlibat dalam proyek wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang dan proyek pembangunan sport centre Hambalang di Bogor, Jawa Barat.

“Dia terindikasi terlibat korupsi Hambalang dan wisma atlet, karena Demokrat khususnya SBY mau melakukan pembersihan di internal,” katanya.

Selain itu, sambung Ibramsjah, Anas dianggap sebagai faktor turunnya elektabilitas Demokrat belakangan terakhir. “Anas penyebab turunya elektabilitas, tidak hanya Anas, ada Andi Mallarangeng, Mirwan Amir, tapi karena dia ketum makanya lebih disorot. Elektabilitas Demokrat kan terjun payung. Supaya Demokrat bersih, orang yang terindikasi harus disingkirkan,” tuturnya.

Terkait pernyataan Ketua DPP Demokrat, Gede Pasek Suardika bahwa kesalahan Anas karena dia sosok muda, berasal dari Jawa dan memiliki potensi untuk memimpin negeri sehingga banyak memiliki lawan politik, Iberamsjah tak sepakat.

“Tidak mungkin lagi dia memimpin, opini publik rakyat sekarang Anas bukan yang diharapkan untuk mimpin. Anas yang dulu brilian sekarang terindikasi korupsi,” tutupnya.

source : okezone.com

About Kreasi Jilbab

Jangan Takut untuk memakai jilbab.Karena Dengan memakai jilbab kamu akan keliatan lebih anggun dan cantik,Jika anda Berminat Kursus Jilbab Hub 087855498950 ,Sementara Khusus Surabaya & Sidoarjo
This entry was posted in Nasional. Bookmark the permalink.

4 Responses to “Secara Simbolik Anas Mulai Disingkirkan dari Demokrat”

  1. puisikekasih says:

    Suka kawan,,, tunggu post slanjutnya🙂

  2. kurayaw says:

    artikelnya bagus, teruskan karyanya sobat.,

Jangan Lupa di Comment Ya....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s